Kaltim Naik Peringkat di Peparnas 2024, Pemerintah Provinsi Bangga dengan Prestasi Para Atlet Difabel

SAMARINDA, DESKRIPSI.ID – Kontingen atlet difabel Kalimantan Timur (Kaltim) sukses menunjukkan taringnya di ajang Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) 2024 di Solo. Menduduki peringkat ke-13, Benua Etam berhasil membawa pulang total 38 medali, terdiri dari 7 medali emas, 13 perak, dan 18 perunggu. Pencapaian ini mendapat apresiasi besar dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim, yang melihat raihan ini sebagai bukti semangat juang dan perkembangan olahraga difabel Kaltim.

“Kehadiran Ibu Sekdaprov Kaltim, Sri Wahyuni, di penutupan Peparnas merupakan wujud apresiasi langsung Pemprov Kaltim atas prestasi luar biasa para atlet,” ujar Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Disporapar Kaltim, AA Bagus Sugiarti, dalam konferensi pers di Diskominfo Kaltim, Jumat (26/10/2024).

Prestasi kali ini menjadi lompatan signifikan bagi Kaltim, mengingat posisi Kaltim di Peparnas sebelumnya pada 2021 di Papua hanya berada di peringkat ke-15 dengan torehan 5 medali emas, 14 perak, dan 5 perunggu.

“Tahun ini, para atlet berhasil mengukir hasil yang jauh lebih baik. Ini adalah prestasi yang harus diketahui oleh masyarakat sebagai bukti perkembangan olahraga difabel di Kaltim,” ungkap Bagus.

Rasa bangga tidak hanya datang dari pihak pemerintah. Bagus, yang hadir bersama Ketua National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kaltim, Suharyanto, serta beberapa atlet peraih medali, menyatakan bahwa pencapaian ini adalah hasil dari kerja keras seluruh tim.

“Alhamdulillah, dengan perjuangan maksimal, Kaltim berhasil finis di peringkat 13 nasional,” imbuhnya.

Bagus pun berharap prestasi ini dapat menginspirasi masyarakat dan atlet-atlet lainnya di Kaltim.

“Ini bukan hanya soal medali, tetapi juga soal tekad dan semangat para atlet yang mampu bersaing di kancah nasional. Mereka membawa nama daerah dan membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah halangan untuk berprestasi,” pungkasnya.

Kontingen Kaltim yang membawa pulang 38 medali dari Solo bukan hanya pulang dengan kebanggaan, tetapi juga dengan harapan agar prestasi olahraga difabel di Kaltim semakin dikenal dan diapresiasi lebih luas. (Tur/Rah/ADV/Dispora Kaltim)

Komentar