DESKRIPSI.ID – Sempat viral video, yang menyebut Bupati Berau Sri Juniarsih menjadi khatib pada rangkaian Hari Raya Idulfitri 1444 Hijriah di Masjid Agung Baitul Hikmah. Namun, hal tersebut tidaklah benar alias hoaks.
Di salah satu akun media sosial, video yang beredar 1 menit 40 detik diunggah tanpa keterangan. Kemudian diunggah ulang, pembuat konten lain dengan memberikan narasi dan judul yang tidak benar.
Melalui Asisten I Setkab Berau, Hendratno, Bupati Berau Sri Juniarsih membantah semua tudingan itu. Pihaknya menyatakan, video yang beredar merupakan sambutan yang dibacakan Bupati Berau, beberapa saat sebelum masuk rangkaian penyelenggaraan salat Idulfitri di Masjid Agung Baitul Hikmah.
“Kami ingin memberikan penjelasan terkait fakta yang sebenarnya. Bahwa kami tidak pernah membuat kesalahan yang sakral pada bulan Syawal hingga menjadi hal-hal yang berkembang menjadi tidak baik,” jelasnya pada jumpa pers, Kamis (4/5).
Pihaknya meminta, pengunggah konten video agar mengubah keterangan video yang telah ditulis, dan disebarluaskan agar tidak menimbulkan kesalahpaha,am di masyarakat, khususnya umat Islam.
Selain itu, Pemkab Berau akan mempertimbangkan langkah hukum bagi pembuat konten yang tidak benar. Tapi, saat ini baru fokus pada memberikan kejelasan untuk menjaga keutuhan umat beragama.
Diketahui, sejauh ini ada empat video yang disinyalir berkaitan dengan hal tersebut dan tersebar di beberapa media sosial. “Kami juga sudah mengadakan pertemuan dan membahas upaya klarifikasi, dengan si pembuat video pertama dan pembuat konten yang menambahkan narasi,” terangnya.
Hendratno menyayangkan, video yang dibuat untuk mengabadikan momen penting dan istimewa justru menyebabkan kesalahpahaman. Lantaran pengunggah pertama tidak menambahkan keterangan apapun. Hanya merespons apa yang dilihat didalam media sosial tanpa mengkonfirmasi kepada narasumber.
“Ini menjadi pelajaran kepada kita semua untuk bersikap tabayyun, berpikir positif, bisa menahan diri dan sabar,” ucapnya.
Keterangan itu juga diperkuat oleh pernyataan Kasubbag Kementerian Agama (Kemenag) Berau, Rahman Duka. Ditegaskannya, sambutan kepala daerah pada saat peringatan hari raya Idulfitri sudah sering dilakukan, bahkan oleh Bupati-bupati sebelumnya. Hanya saja Sri Juniarsih merupakan Bupati perempuan pertama di Berau.
Penyampaian sambutan Bupati Berau dilaksanakan sebelum khutbah Idulfitri dilaksanakan. Sehingga, bukan merupakan dari bagian pelaksanaan shalat Idulfitri. Terkait pemberian narasi dan judul video yang viral saat ini, yang bersangkutan tidak mengetahui apa-apa.
“Itu hanyalah sambutan biasa dan disampaikan secara lazim oleh kepala daerah. Tidak sedang melakukan khutbah tapi sedang memberikan kata sambutan saja,” tegasnya.
Rahman mengimbau, kepada seluruh umat Islam agar lebih berhati-hati dan lebih teliti dalam mengunggah konten yang bersifat sensitif. Terlebih tentang keagamaan.
Sementara itu, sebagai Ketua Pengurus Masjid Agung Baitul Hikmah, Kafrawi menambahkan, inti sambutan Bupati Berau tak lebih berkaitan dengan program-program Pemkab Berau. Serta ucapan selamat hari raya Idulfitri dari pimpinan daerah kepada masyarakat yang menjalankan.
Bahkan Bupati Berau tidak menggunakan mimbar khatib, melainkan podium sendiri. Diceritakannya, sudah menjadi tradisi sejak tahun 1990an, Bupati Berau selalu menyampaikan sambutan pada hari raya Idulfitri.
“Karena memang perempuan yang menyampaikan sambutan sebagai Bupati Berau beliau tidak menggunakan mimbar khatib tapi khusus bupati,” sambungnya.
Diklarifikasi langsung oleh pengunggah video pertama, Baharuddin mengatakan, ada beberapa video lainnya yang diunggah pada salah satu itu, dan hanya satu video tanpa keterangan yang justru viral dan menyebabkan kesalahpahaman.
“Saya tidak menyangka video itu menjadi viral. Padahal memang saya sudah biasa membuat konten tentang kegiatan kepala daerah di Berau,” ujarnya.
Ke depan Dia akan lebih berhati-hari lagi dalam membuat konten dan disertakan dengan keterangan yang jelas agar semua penontonnya paham. (adv/rie)








Komentar