DESKRIPSI.ID – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) akan membuat proyek percontohan perdagangan karbon dari hutan bakau atau mangrove di Kalimantan Utara (Kaltara).
Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan KLHK, Nani Hendiati menyebut, proyek itu dimulai di Kalimantan Utara, dengan memanfaatkan lahan bakau seluas 60 ribu hektare, dari total luasnya di Indonesia yang mencapai 3 jutaan hektare.
“Kita harus bisa memperlihatkan bahwa kita punya super power juga di nature capital kita,” kata Nani, dikutip dari Antara, Rabu (27/9/2023).
Sebelumnya, KLHK telah membuat proyek percontohan perdagangan karbon dari hutan tropis di Jambi dan Kalimantan Timur, yang bekerja sama dengan pihak Bank Dunia dan Norwegia.
“Pengembangan karbon untuk hutan tropis sudah berjalan, tapi lebih ke yang non market, yang riset base payment dengan total nilai dihasilkan sekitar Rp 380 juta,” kata Nani.
KLHK mencatat, potensi nilai ekonomi dari perdagangan karbon Indonesia secara keseluruhan mencapai hingga Rp 3.000 triliun dari komponen hutan tropis, bakau (mangrove), dan gambut.
Karena itu, pihaknya terus mengembangkan dari hutan tropis, diikuti komponen hutan bakau dan gambut, yang diharapkan menjadi pusat karbon regional atau regional carbon hub.
Nani menambahkan, pengembangan karbon menjadi bagian fokus pemerintah memperoleh keuntungan yang dapat digunakan sebagian, untuk mendukung aktivitas yang berkaitan dengan lingkungan. Termasuk pengurangan emisi karbon.
Kegiatan perdagangan karbon di Tanah Air, ditandai dengan peluncuran bursa karbon Indonesia oleh Presiden Joko Widodo di Jakarta, Selasa, 26 September 2023. (ant/RE)








Komentar